| MEDALS REPORT (Country Gold+Silver+Bronze=Total) | Thailand 107+94+81=282 | Myanmar 86+62+85=233 | Vietnam 73+86+86=245 | Indonesia 65+84+111=260 | Malaysia 43+38+77=158 | Singapore 34+29=45=108 | Philippines 29+34+38=101 | Laos 13+17+49=79 | Chambodia 8+11+28=47 | Timor Leste 2+3+5=10 | Brunei 1+1+6=8 |

JOURNAL SEA GAMES 2013 - INDOSPORTS SUPPORTING MEDIA

Hildan Sumbang Emas di Sea Games Cabang Sepeda

INDONESIA UPDATED. Pebalap sepeda, Hildan Afosma, menyumbangkan satu medali emas Sea Games dari nomor downhill yang berlangsung di Mount Pleasant, Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu lalu.
 

Hildan mencatat waktu tercepat 2 menit 22,324 detik. Ia mengalahkan catatan waktu pembalap Indonesia lainnya, Purnomo, yang menorehkan waktu 2 menit 22,999 detik.

Sementara, tempat ketiga diraih pembalap Thailand, Seubsakun Sukchanya, dengan catatan waktu 2 menit 24,125 detik.
 

 
"Saya tidak menyangka, kirain saya hanya dapat perak," kata Hildan di arena pertandingan, Sabtu, 14 Desember 2013. "Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan."

 

Hildan mengatakan, trek sepanjang 1,7 kilometer yang harus dilaluinya cukup sulit. Selain sempit, trek juga berdebu. "Jadi lebih licin," katanya.
 

Torehan emas ini memang mengejutkan karena dua hari lalu ia sempat terjatuh saat latihan dan mengalami luka di lutut kiri dan pinggul. "Saya berusaha terus fokus," ujar dia.
 

Pelatih sepeda, Karman Sukarman, mengatakan dirinya sebenarnya lebih menjagokan Purnomo dibanding Hildan. "Sebenarnya Hildan lapis kedua tapi dia memang hebat," katanya. 
tempo.co

Atlet Balap Sepeda Berangkat Lebih Awal ke Myanmar

INDONESIA UPDATED. Upaya adaptasi lapangan, cabang balap sepeda akan berangkat lebih dulu ke Myanmar, per 1 Desember 2013 dalam persiapan tampil di SEA Games XXVII. 

Ini merupakan usaha tim Balap sepeda dalam meraih medali emas, khususnya di nomor road race putra maupun putri. Demikian ditegaskan Staf Cabang Olahraga Terukur Satlak Prima, M Asyik S. Pd di Jakarta, Selasa (29/10/13).

"Atlet balap sepeda khususnya di nomor road race memerlukan latihan penguasaan medan selama tampil di SEA Games XXVII Myanmar Desember mendatang. Melalui penguasaan lapangan yang baik, peluang di nomor road race untuk meraih medali emas akan lebih besar bagi kontingen Indonesia,” jelas M Asyik.

M Asyik melanjutkan, untuk nomor lain seperti BMX, dan sepeda gunung para atlet nasional sudah menguasai medan pertandingan ketika tampil di Pra SEA Games dua bulan lalu. Kendati begitu, semua atlet balap sepeda yang dipromosikan ke multi event dua tahunan ASEAN harus berangkat lebih dulu ke Myanmar. Dengan harapan, beradaptasi lebih awal dengan kondisi suhu dan udara selama tampil dalam pertandingan.
Saat atlet nasional tampil dalam pertandingan nanti, suhu di Myamar mencapai 10 derajat celsius. Kondisi seperti itu memerlukan penyesuaian lebih awal. Karena ketika atlet nasional tampil di Pra SEA Games, udara di Myanmar mencapai 30 derajat celsius.

Penurunan suhu dari panas ke dingin katanya, memerlukan penyesuaian lebih lama. Apalagi atlet yang tampil di nomor road race harus mengenal rute atau jalan yang akan ditempuh nantinya. Begitu juga dengan kondisi alam dan jalan yang akan dilalui. Penguasaan seperti itu tidak bisa dengan waktu singkat, namun membutuhkan waktu yang cukup hingga tampil dalam pertandingan.

Ketika disinggung soal atlet yang kini melakukan latihan di Subang Jawa Barat, Asyik melanjutkan, sudah mengalami kemajuan pesat. Semua itu merupakan suatu upaya untuk mewujudkan impiannya yaitu menyuguhkan prestasi optimal bagi Merah-Putih. Sementara kendala yang ada di Pelatnas sudah mulai ditangani PB ISSI yang selalu memberikan dukungannya pada atlet yang diharapkan menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia.

“Anak-anak berangkat lebih dulu agar menyesuaikan dengan suhu udara disana. Sampai sekarang semua atlet yang berada di Subang memperlihatkan kemajuan yang signifikan, saya rasa mereka siap buat menggondol emas,” tambahnya.

Atlet Balap Sepeda Siap Tampil di SEA Games Myanmar

INDONESIA UPDATED. Kepala pelatih pemusatan latihan nasional sepeda Wahyudi Hidayat menyatakan para atlet sepeda sudah siap tampil di ajang SEA Games Myanmar Desember nanti. Mengambil tempat pelatnas di tiga kota, yaitu Subang, Lembang, dan Malang, sebanyak 38 pesepeda yang akan turun di SEA Games sudah memiliki kesiapan 90 persen.

"Tinggal melengkapi dari sisi teknis saja," kata Wahyudi, Jumat, 18 Oktober 2013. Salah satu kesiapan itu ialah pengenalan medan pertandingan. Wahyudi menjelaskan, tidak seperti cabang olahraga lainnya yang relatif tidak ada perubahan dari sisi lapangan, arena olahraga sepeda selalu berbeda kondisinya.

Menurut Wahyudi, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia sudah mengantongi solusinya. "Kami akan datang lebih awal ke Myanmar, yaitu sepuluh hari sebelum pembukaan," ucapnya. Proses adaptasi arena pertandingan, lanjut dia, dinilai penting agar para atlet mempunyai kesiapan sebelum berlaga.

Lebih lanjut, dengan sisa waktu sekitar dua bulan menuju SEA Games, PB ISSI tidak akan melakukan uji coba ke luar negeri. Tiga kali uji coba dan satu kali uji tanding di Myanmar selama setahun ini dirasa Wahyudi sudah cukup menjadi bekal bertanding di SEA Games. Dengan menjaga kondisi fisik, Wahyudi berharap para atlet bisa tampil bugar di Myanmar.

Cycling Coach Yafiz Ready To Step Up SEA Games Training

National cycling coach Yafiz Jamaludin is ready to embark on the next step of training for his charges in preparation for December's Southeast Asian (SEA) Games. 

The coach took home a number of positives after last week's Langkawi International Mountain Bike Challenge (LIMBC). 

Two of the SEA Games riders, Muhammad Raihaan Abd Aziz and Muhammad Rafiuddin Zikara finished in 32nd and 56th respectively. 
 Muhammad Raihaan completed the competition with a total time of 12:35:56 while Muhammad Rafiuddin crossed the like just one hour behind with a time of 13:37:38. 

Mohd Nurjamri Johari who also competed in the race ended with 42nd on 13:14:33. 

I'maadi Abd Aziz, Ahmad Rifa'ie Hj Johor, Azmi@Loqman Hadzid and Reduan Yusop are the other four SEA Games riders that moved into Sungai Kebun Sports Complex yesterday for their intensive training. 

Yafiz's schedule will see the team stay there till October 30th.
The national team will then head to Kundasang, Sabah, for high altitude training from October 30th to December 6th. 

The two-month long training will allow the riders to peak just in time for the SEA Games in Myanmar. 

Yafiz told The Brunei Times, "After returning from the LIMBC, I have found a lot of weaknesses in my cyclists compared to those from the other top ASEAN countries." 

"The ASEAN countries that competed were Malaysia, Thailand, Indonesia, Philippines, Myanmar and Singapore. Our top contenders (in the LIMBC) were Thailand and Indonesia for the ASEAN country rankings," said the coach.
"We stayed in the top five for the rankings so I know who our best challengers will be at the SEA Games," added Yafiz. 

Vietnam, Cambodia and Laos did not send any of their national cyclists for the LIMBC. 

"Even though Vietnam didn't join, I know that they have some strong riders," said Yafiz. 

"The other three countries to look out for in the SEA Games are Thailand, Indonesia and Malaysia," he added.

Brunei are set to take part in five different events in Myanmar. I'maadi, Muhammad Raihaan and Muhammad Rafiuddin will be taking on the cross country Olympics. 

Loqman, I'maadi, Reduan and Ahmad Rifa'ie will take part in the team time trial. Muhammad Raihaan will be the only national rider in the individual team trial. All six riders will enter the individual road race and team road race. 
.

SEA GAMES NEWS UPDATED

| All NEWS UPDATED, Please Click Here |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Official Progress

| All OFFICIAL PROGRESS, Please Click Here |