| MEDALS REPORT (Country Gold+Silver+Bronze=Total) | Thailand 107+94+81=282 | Myanmar 86+62+85=233 | Vietnam 73+86+86=245 | Indonesia 65+84+111=260 | Malaysia 43+38+77=158 | Singapore 34+29=45=108 | Philippines 29+34+38=101 | Laos 13+17+49=79 | Chambodia 8+11+28=47 | Timor Leste 2+3+5=10 | Brunei 1+1+6=8 |

JOURNAL SEA GAMES 2013 - INDOSPORTS SUPPORTING MEDIA

Hassan Benabicha: Kami Datang, Kami Ingin Menang.

INDONESIA UPDATED. Pelatih Timnas Sepakbola Maroko, Hassan Benabicha mengaku sangat puas atas pencapaian timnya karena berhasil meraih emas di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Dia mengatakan kemenangan itu didapatkan karena timnya lebih unggul dalam organisasi permainan.

Maroko keluar sebagai juara setelah mengalahkan Indonesia pada babak final ISG yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (29/9) dengan skor 2-1. Masing-masing gol tersebut dicetak oleh El Hassouni Aymane dan El Karti Walid di babak kedua.


Sementara satu gol Indonesia dihasilkan oleh Alfin Tuasalamony lewat tendangan penalti di menit kesembilan.

"Kami datang ke sini karena kami ingin menang. Meski saat mengawali ISG kami mulai dengan kelelahan, tapi kami berhasil mengakhiri dengan keberhasilan. Kami unggul di organisasi taktik karena itu kami menang," ujarnya.

Maroko, yang sempat dikalahkan Indonesia 0-1 di fase grup, tampil menekan di babak kedua. Beberapa peluang mereka sempat mentah di hadapan barisan pertahanan Indonesia ataupun tiang gawang.
Benabicha pun mengakui bahwa sulitnya membongkar pertahanan Indonesia. Namun, pada akhirnya dia merasa lega.

"Tapi kami akui pertandingan tadi sangat susah. Saya senang melihat Indonesia bisa membangun organisasi permainan yang baik. Indonesia juga punya pemain-pemain yang membahayakan," kata dia, seraya menyebut Andik Vermansah, Bayu Gatra, dan Ramdani Lestaluhu sebagai pemain yang dia maksud.

Rahmad Darmawan Akui Serangan Maroko Sangat Efektif

INDONESIA UPDATED. Timnas Indonesia U-23 harus takluk 1-2 dari Maroko dalam duel yang dramatis di final Islamic Solidarity Games III, di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam 29 September 2013. Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD) mengakui Maroko lebih baik dan mampu menguasai pertandingan sehingga mampu membalikan keadaan.

Pada babak pertama, Indonesia unggul 1-0 terlebih dulu lewat tendangan penalti Alfin Tuasalamony menit ke-9. Maroko akhirnya membalikkan kedudukan 1-2 melalui Hassuni Aemani pada menit ke-72 dan El Karti Walid pada menit ke-82.

"Setelah sempat unggul melalui titik putih, saya akui permainan Maroko sangat dominan dan berhasil unggul dalam penguasaan bola terutama pada babak kedua. Secara umum pertandingan kali ini cukup baik walau Maroko lebih mendominasi pertandingan. Untuk sementara hanya ini yang mampu dilakukan dengan mepetnya waktu persiapan," ujar Rahmad.

Pada babak kedua, dijelaskan Rahmad, pemain Indonesia sering terburu-buru melepas umpan langsung ke depan dan kehilangan bola di lapangan tengah. Sementara Maroko sangat efektif dalam memainkan bola sehingga mampu membalikan keadaan dari ketertinggalan di babak pertama.

"Para pemain sering terburu-buru memberikan umpan langsung ke depan sehingga mampu dipatahkan pemain tengah Maroko. Mereka mampu bermain efektif sehingga kita bisa kebobolan dua kali di babak kedua," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.

RD juga sangat berterima kasih atas perjuangan seluruh pemain dan akan terus mencari formula untuk membangun komposisi tim untuk berlaga di SEA Games di Myanmar nanti.

"Terima kasih atas perjuangan seluruh pemain. Evaluasi akan dilakukan menuju SEA Games. Tim ini sedang membangun formula dan komposisi pemain. Setelah ini pemain akan diliburkan sebelum memulai TC di Yogyakarta," jelasnya.

Komentar Benabich Hassan Usai Taklukan Timnas Indonesia

INDONESIA UPDATED. Pelatih timnas Maroko, Benabich Hassan sangat mengapresiasi perjuangan para pemain Timnas Indonesia U-23 dalam partai final cabang olahraga Sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG) III, di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam 29 September 2013.
 
Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9. Namun, dua gol Maroko di babak kedua akhirnya membuat tuan rumah harus puas merebut emas.

Meski begitu, apresiasi tinggi diberikan kubu Maroko. Menurutnya, penampilan "Garuda Muda" yang dimotori Andik Vermansyah amat berbahaya.

"Walaupun Indonesia kalah tapi mereka memiliki para pemain yang mempunyai semangat juang tinggi, apalagi pemain bernomor punggung 21," ujar Hassan pada jumpa pers usai final.

"Dia sangat bagus dan mempunyai kecepatan luar biasa saat menguasai bola serta beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Maroko. Meski berbadan mungil,  Dia tidak gentar berduel dengan bek Kami yang berbadan lebih besar," lanjut pelatih Maroko itu memuji.

Ketika timnya tertinggal pada babak pertama, Hassan menjelaskan anak asuhnya berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Kemampuan bangkit terus menguasai pertandingan di babak kedua menjadi kunci keberhasilan timnya untuk membalikkan keadaan.

"Saya langsung intruksikan kepada para pemain untuk terus memberikan tekanan ke pertahanan lawan dan hasilnya dibabak kedua para pemain bisa menguasai pertandingan dan menceploskan dua gol ke gawang Indonesia," ungkapnya.

Dia menambahkan, Kemenangan tim Maroko merupakan hasil kerja keras anak asuhnya, walaupun pada babak penyisihan sempat dikalahkan Indonesia dan akhirnya pada partai Final kembali bertemu tuan rumah serta berhasil membalaskan dendam pada pertemuan pertama.

"Selamat kepada seluruh pemain atas hasil kerja keras sehingga bisa meraih medali emas. Kami memulai ISG dengan kekalahan dari Indonesia di babak penyisihan dan berhasil menutup ISG dengan kemenangan di final juga dengan Indonesia," urainya.

Kronologi Serangan Maroko Menggempur Indonesia

Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Maroko Games di Stadion Jakabaring dalam pertandingan final Islamic Solidarity pada hari Minggu 29 September 2013. Timnas sempat unggul 1-0 pada menit ke-9 berkat tendangan Alfin Tuasalamony. Namun serangan yang gencar dari Maroko dapat merubah posisi menjadi 1-2 oleh tendangan keras dari El Hassaouni dan El Karti Walid (Maroko).


Alfin Tuasalamony mencetak 1 gol lewat tendangan penalti. Diberikan setelah wasit melihat Bayu Gatra dilanggar di area gawang maroko oleh kiper.

Setelah itu, Timnas beberapa kali melakukan penetrasi ke area lawan. Namun, eksekusi yang kurang terukur membuat usaha Indonesia tidak berbuah gol.

Pada gilirannya, Timnas Maroko beberapa kali menciptakan peluang pada menit ke-42 untuk membalas ketertinggalan. Namun pertahanan dan kiper Kurnia Meiga mampu membendung serangan dan mampu bertahan hingga babak ke-1 usai.

Pada babak ke-2, pemain Maroko Assaidi Yusuf melepaskan tendangan keras pada menit ke-54, tetapi sayang bola masih melambung jauh di atas gawang timnas Indonesia. Satu menit kemudian,Timnas Indonesia hampir kembali nyaris kebobolan kalau saja bola sepakan pemain Maroko tak membentur tiang gawang yang dijaga oleh kurnia mega.

Timnas Indonesia beberapa kali ganti menekan perlawanan dari maroko, tetapi sungguh sayang masih kerap kehilangan bola di tengah lapangan. 


Begitu pula sebaliknya Timnas Maroko membangun serangan di kotak penalti Timnas Indonesia. Namun lagi-lagi kurang cermatnya penyelesaian akhir dan koordinasi membuat gawang Kurnia Meiga tetap bisa bertahan sampai menit ke-66.

Pada menit ke-72, akhirnya serangan Maroko berhasil membobol gawang Timnas Indonesia melalui tendangan El Hassaouni diantara kemelut di dalam kotak penalti tanpa bisa ditahan oleh penjaga gawang Indonesia. Sehingga merubah kedudukan menjadi 1-1. 


Timnas mulai kembali meningkatkan intensitas serangan ke arah lawan. Beberapa kali Andik Vermansyah mendapat peluang emas untuk menerobos ke jantung pertahanan Maroko. Namun seperti yang terjadi pada menit ke-74, tendangan Andik dari sisi kanan membentur tiang gawang Timnas Maroko.

Serangan yang bertubi-tubi dari timnas Maroko akhirnya mampu m
embobol gawang Kurnia Meiga, pada menit ke 82 dan merubah kedudukan menjadi 2 - 1 untuk Maroko. Gol terjadi dari tendangan keras El Karti Walid di area kotak penalti, setelah menerima umpan panjang dari sisi kanan gawang Indonesia.

Sepanjang sisa pertandingan babak ke-2, Timnas Indonesia dan Maroko saling bergantian melakukan tekanan serangan balik. Namun hingga peluit panjang berbunyi
tidak ada lago terjadi gol. Pertandingan usai dimenangkan oleh timnas Maroko dengan skor 2-1.
.

Perolehan Medali Sementara Senin (pagi) 30 September 2013

Hingga hari Senin (pagi) Indonesia masih bertahan di posisi puncak pada Daftar Perolehan Medali di Islamic Solidarity Games 2013, di Palembang Sumatra Selatan.

Berikut adalah Tabel Perolehan Medali, hingga saat ini.



No
Nation
Gold
Silver
Bronze
Total
1
Indonesia
29
26
23
78
2
Egypt
25
23
27
75
3
Turkey
20
24
38
82
4
Malaysia
17
13
22
52
5
Iran
16
14
10
40
6
Morocco
9
13
12
24
7
Azerbaijan
6
8
7
21
8
Saudi Arabia
6
3
4
13
9
Algeria
5
5
6
16
10
Oman
3
2
5
10
11
Bahrain
2
1
2
5
12
Syria
2
1
2
5
13
Iraq
2
1
1
4
14
Kuwait
1
4
3
8
15
UAE
1
1
3
5
16
Qatar
1
1
2
4
17
Jordan
1
1
1
3
18
Tunisia
1
0
4
5
19
Guyana
0
2
0
2
20
Bangladesh
0
1
0
1
21
Palestine
1
1
0
2
22
Turkmenistan
0
0
2
2
23
Cameroon
0
0
1
1
24
Libya
0
0
1
1
25
Sierra Leone
0
0
1
1
26
Bangladesh
0
1
0
1


SEA GAMES NEWS UPDATED

| All NEWS UPDATED, Please Click Here |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Official Progress

| All OFFICIAL PROGRESS, Please Click Here |