INDONESIA UPDATED. Pelatih Timnas Sepakbola Maroko, Hassan Benabicha mengaku sangat puas atas pencapaian timnya karena berhasil meraih emas di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Dia mengatakan kemenangan itu didapatkan karena timnya lebih unggul dalam organisasi permainan.
Maroko keluar sebagai juara setelah mengalahkan Indonesia pada babak final ISG yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (29/9) dengan skor 2-1. Masing-masing gol tersebut dicetak oleh El Hassouni Aymane dan El Karti Walid di babak kedua.
Sementara satu gol Indonesia dihasilkan oleh Alfin Tuasalamony lewat tendangan penalti di menit kesembilan.
"Kami datang ke sini karena kami ingin menang. Meski saat mengawali ISG kami mulai dengan kelelahan, tapi kami berhasil mengakhiri dengan keberhasilan. Kami unggul di organisasi taktik karena itu kami menang," ujarnya.
Maroko, yang sempat dikalahkan Indonesia 0-1 di fase grup, tampil menekan di babak kedua. Beberapa peluang mereka sempat mentah di hadapan barisan pertahanan Indonesia ataupun tiang gawang.Benabicha pun mengakui bahwa sulitnya membongkar pertahanan Indonesia. Namun, pada akhirnya dia merasa lega.
"Tapi kami akui pertandingan tadi sangat susah. Saya senang melihat Indonesia bisa membangun organisasi permainan yang baik. Indonesia juga punya pemain-pemain yang membahayakan," kata dia, seraya menyebut Andik Vermansah, Bayu Gatra, dan Ramdani Lestaluhu sebagai pemain yang dia maksud.
| NEWS BY COUNTRIES | BRUNEI | CAMBODIA | INDONESIA | LAOS | MALAYSIA | MYANMAR | PHILIPPINES | SINGAPORE | THAILAND | TIMOR LESTE | VIETNAM |
| Aquatic | Archery | Athletics | Badminton | Basketball | Billiard | Body Building | Boxing | Canoeing | Chess | Chinlone | Cycling | Equestrian | Football | Futsal | Golf | Hockey | Judo | Karate | Kempo | Muay | Pencak Silat | Petanque | Rowing | Sailing | Shooting | Table Tennis | Taekwondo | Traditional Boat | Volley Ball | Vovinam | Weightliftng | Wrestling | Wushu |
JOURNAL SEA GAMES 2013 - INDOSPORTS SUPPORTING MEDIA
Rahmad Darmawan Akui Serangan Maroko Sangat Efektif
INDONESIA UPDATED. Timnas Indonesia U-23 harus takluk 1-2 dari Maroko dalam duel yang dramatis di final Islamic Solidarity Games III, di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam 29 September 2013. Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD) mengakui Maroko lebih baik dan mampu menguasai pertandingan sehingga mampu membalikan keadaan.
Pada babak pertama, Indonesia unggul 1-0 terlebih dulu lewat tendangan penalti Alfin Tuasalamony menit ke-9. Maroko akhirnya membalikkan kedudukan 1-2 melalui Hassuni Aemani pada menit ke-72 dan El Karti Walid pada menit ke-82.
"Setelah sempat unggul melalui titik putih, saya akui permainan Maroko sangat dominan dan berhasil unggul dalam penguasaan bola terutama pada babak kedua. Secara umum pertandingan kali ini cukup baik walau Maroko lebih mendominasi pertandingan. Untuk sementara hanya ini yang mampu dilakukan dengan mepetnya waktu persiapan," ujar Rahmad.
Pada babak kedua, dijelaskan Rahmad, pemain Indonesia sering terburu-buru melepas umpan langsung ke depan dan kehilangan bola di lapangan tengah. Sementara Maroko sangat efektif dalam memainkan bola sehingga mampu membalikan keadaan dari ketertinggalan di babak pertama.
"Para pemain sering terburu-buru memberikan umpan langsung ke depan sehingga mampu dipatahkan pemain tengah Maroko. Mereka mampu bermain efektif sehingga kita bisa kebobolan dua kali di babak kedua," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.
RD juga sangat berterima kasih atas perjuangan seluruh pemain dan akan terus mencari formula untuk membangun komposisi tim untuk berlaga di SEA Games di Myanmar nanti.
"Terima kasih atas perjuangan seluruh pemain. Evaluasi akan dilakukan menuju SEA Games. Tim ini sedang membangun formula dan komposisi pemain. Setelah ini pemain akan diliburkan sebelum memulai TC di Yogyakarta," jelasnya.
Pada babak pertama, Indonesia unggul 1-0 terlebih dulu lewat tendangan penalti Alfin Tuasalamony menit ke-9. Maroko akhirnya membalikkan kedudukan 1-2 melalui Hassuni Aemani pada menit ke-72 dan El Karti Walid pada menit ke-82.
"Setelah sempat unggul melalui titik putih, saya akui permainan Maroko sangat dominan dan berhasil unggul dalam penguasaan bola terutama pada babak kedua. Secara umum pertandingan kali ini cukup baik walau Maroko lebih mendominasi pertandingan. Untuk sementara hanya ini yang mampu dilakukan dengan mepetnya waktu persiapan," ujar Rahmad.
Pada babak kedua, dijelaskan Rahmad, pemain Indonesia sering terburu-buru melepas umpan langsung ke depan dan kehilangan bola di lapangan tengah. Sementara Maroko sangat efektif dalam memainkan bola sehingga mampu membalikan keadaan dari ketertinggalan di babak pertama.
"Para pemain sering terburu-buru memberikan umpan langsung ke depan sehingga mampu dipatahkan pemain tengah Maroko. Mereka mampu bermain efektif sehingga kita bisa kebobolan dua kali di babak kedua," ujar pelatih yang akrab disapa RD ini.
RD juga sangat berterima kasih atas perjuangan seluruh pemain dan akan terus mencari formula untuk membangun komposisi tim untuk berlaga di SEA Games di Myanmar nanti.
"Terima kasih atas perjuangan seluruh pemain. Evaluasi akan dilakukan menuju SEA Games. Tim ini sedang membangun formula dan komposisi pemain. Setelah ini pemain akan diliburkan sebelum memulai TC di Yogyakarta," jelasnya.
Komentar Benabich Hassan Usai Taklukan Timnas Indonesia
INDONESIA UPDATED. Pelatih timnas Maroko, Benabich Hassan sangat mengapresiasi perjuangan para pemain Timnas Indonesia U-23 dalam partai final cabang olahraga Sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG) III, di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam 29 September 2013.
Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9. Namun, dua gol Maroko di babak kedua akhirnya membuat tuan rumah harus puas merebut emas.
Meski begitu, apresiasi tinggi diberikan kubu Maroko. Menurutnya, penampilan "Garuda Muda" yang dimotori Andik Vermansyah amat berbahaya.
"Walaupun Indonesia kalah tapi mereka memiliki para pemain yang mempunyai semangat juang tinggi, apalagi pemain bernomor punggung 21," ujar Hassan pada jumpa pers usai final.
"Dia sangat bagus dan mempunyai kecepatan luar biasa saat menguasai bola serta beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Maroko. Meski berbadan mungil, Dia tidak gentar berduel dengan bek Kami yang berbadan lebih besar," lanjut pelatih Maroko itu memuji.
Ketika timnya tertinggal pada babak pertama, Hassan menjelaskan anak asuhnya berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Kemampuan bangkit terus menguasai pertandingan di babak kedua menjadi kunci keberhasilan timnya untuk membalikkan keadaan.
"Saya langsung intruksikan kepada para pemain untuk terus memberikan tekanan ke pertahanan lawan dan hasilnya dibabak kedua para pemain bisa menguasai pertandingan dan menceploskan dua gol ke gawang Indonesia," ungkapnya.
Dia menambahkan, Kemenangan tim Maroko merupakan hasil kerja keras anak asuhnya, walaupun pada babak penyisihan sempat dikalahkan Indonesia dan akhirnya pada partai Final kembali bertemu tuan rumah serta berhasil membalaskan dendam pada pertemuan pertama.
"Selamat kepada seluruh pemain atas hasil kerja keras sehingga bisa meraih medali emas. Kami memulai ISG dengan kekalahan dari Indonesia di babak penyisihan dan berhasil menutup ISG dengan kemenangan di final juga dengan Indonesia," urainya.
Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9. Namun, dua gol Maroko di babak kedua akhirnya membuat tuan rumah harus puas merebut emas.
Meski begitu, apresiasi tinggi diberikan kubu Maroko. Menurutnya, penampilan "Garuda Muda" yang dimotori Andik Vermansyah amat berbahaya.
"Walaupun Indonesia kalah tapi mereka memiliki para pemain yang mempunyai semangat juang tinggi, apalagi pemain bernomor punggung 21," ujar Hassan pada jumpa pers usai final.
"Dia sangat bagus dan mempunyai kecepatan luar biasa saat menguasai bola serta beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Maroko. Meski berbadan mungil, Dia tidak gentar berduel dengan bek Kami yang berbadan lebih besar," lanjut pelatih Maroko itu memuji.
Ketika timnya tertinggal pada babak pertama, Hassan menjelaskan anak asuhnya berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Kemampuan bangkit terus menguasai pertandingan di babak kedua menjadi kunci keberhasilan timnya untuk membalikkan keadaan.
"Saya langsung intruksikan kepada para pemain untuk terus memberikan tekanan ke pertahanan lawan dan hasilnya dibabak kedua para pemain bisa menguasai pertandingan dan menceploskan dua gol ke gawang Indonesia," ungkapnya.
Dia menambahkan, Kemenangan tim Maroko merupakan hasil kerja keras anak asuhnya, walaupun pada babak penyisihan sempat dikalahkan Indonesia dan akhirnya pada partai Final kembali bertemu tuan rumah serta berhasil membalaskan dendam pada pertemuan pertama.
"Selamat kepada seluruh pemain atas hasil kerja keras sehingga bisa meraih medali emas. Kami memulai ISG dengan kekalahan dari Indonesia di babak penyisihan dan berhasil menutup ISG dengan kemenangan di final juga dengan Indonesia," urainya.
Kronologi Serangan Maroko Menggempur Indonesia
Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Maroko Games di Stadion Jakabaring dalam pertandingan final Islamic Solidarity pada hari Minggu 29 September 2013. Timnas sempat unggul 1-0 pada menit ke-9 berkat tendangan Alfin Tuasalamony. Namun serangan yang gencar dari Maroko dapat merubah posisi menjadi 1-2 oleh tendangan keras dari El Hassaouni dan El Karti Walid (Maroko).
Alfin Tuasalamony mencetak 1 gol lewat tendangan penalti. Diberikan setelah wasit melihat Bayu Gatra dilanggar di area gawang maroko oleh kiper.
Setelah itu, Timnas beberapa kali melakukan penetrasi ke area lawan. Namun, eksekusi yang kurang terukur membuat usaha Indonesia tidak berbuah gol.
Pada gilirannya, Timnas Maroko beberapa kali menciptakan peluang pada menit ke-42 untuk membalas ketertinggalan. Namun pertahanan dan kiper Kurnia Meiga mampu membendung serangan dan mampu bertahan hingga babak ke-1 usai.
Pada babak ke-2, pemain Maroko Assaidi Yusuf melepaskan tendangan keras pada menit ke-54, tetapi sayang bola masih melambung jauh di atas gawang timnas Indonesia. Satu menit kemudian,Timnas Indonesia hampir kembali nyaris kebobolan kalau saja bola sepakan pemain Maroko tak membentur tiang gawang yang dijaga oleh kurnia mega.
Timnas Indonesia beberapa kali ganti menekan perlawanan dari maroko, tetapi sungguh sayang masih kerap kehilangan bola di tengah lapangan.
Begitu pula sebaliknya Timnas Maroko membangun serangan di kotak penalti Timnas Indonesia. Namun lagi-lagi kurang cermatnya penyelesaian akhir dan koordinasi membuat gawang Kurnia Meiga tetap bisa bertahan sampai menit ke-66.
Pada menit ke-72, akhirnya serangan Maroko berhasil membobol gawang Timnas Indonesia melalui tendangan El Hassaouni diantara kemelut di dalam kotak penalti tanpa bisa ditahan oleh penjaga gawang Indonesia. Sehingga merubah kedudukan menjadi 1-1.
Timnas mulai kembali meningkatkan intensitas serangan ke arah lawan. Beberapa kali Andik Vermansyah mendapat peluang emas untuk menerobos ke jantung pertahanan Maroko. Namun seperti yang terjadi pada menit ke-74, tendangan Andik dari sisi kanan membentur tiang gawang Timnas Maroko.
Serangan yang bertubi-tubi dari timnas Maroko akhirnya mampu membobol gawang Kurnia Meiga, pada menit ke 82 dan merubah kedudukan menjadi 2 - 1 untuk Maroko. Gol terjadi dari tendangan keras El Karti Walid di area kotak penalti, setelah menerima umpan panjang dari sisi kanan gawang Indonesia.
Sepanjang sisa pertandingan babak ke-2, Timnas Indonesia dan Maroko saling bergantian melakukan tekanan serangan balik. Namun hingga peluit panjang berbunyi tidak ada lago terjadi gol. Pertandingan usai dimenangkan oleh timnas Maroko dengan skor 2-1.
.
Alfin Tuasalamony mencetak 1 gol lewat tendangan penalti. Diberikan setelah wasit melihat Bayu Gatra dilanggar di area gawang maroko oleh kiper.
Setelah itu, Timnas beberapa kali melakukan penetrasi ke area lawan. Namun, eksekusi yang kurang terukur membuat usaha Indonesia tidak berbuah gol.
Pada gilirannya, Timnas Maroko beberapa kali menciptakan peluang pada menit ke-42 untuk membalas ketertinggalan. Namun pertahanan dan kiper Kurnia Meiga mampu membendung serangan dan mampu bertahan hingga babak ke-1 usai.
Pada babak ke-2, pemain Maroko Assaidi Yusuf melepaskan tendangan keras pada menit ke-54, tetapi sayang bola masih melambung jauh di atas gawang timnas Indonesia. Satu menit kemudian,Timnas Indonesia hampir kembali nyaris kebobolan kalau saja bola sepakan pemain Maroko tak membentur tiang gawang yang dijaga oleh kurnia mega.
Timnas Indonesia beberapa kali ganti menekan perlawanan dari maroko, tetapi sungguh sayang masih kerap kehilangan bola di tengah lapangan.
Begitu pula sebaliknya Timnas Maroko membangun serangan di kotak penalti Timnas Indonesia. Namun lagi-lagi kurang cermatnya penyelesaian akhir dan koordinasi membuat gawang Kurnia Meiga tetap bisa bertahan sampai menit ke-66.
Pada menit ke-72, akhirnya serangan Maroko berhasil membobol gawang Timnas Indonesia melalui tendangan El Hassaouni diantara kemelut di dalam kotak penalti tanpa bisa ditahan oleh penjaga gawang Indonesia. Sehingga merubah kedudukan menjadi 1-1.
Timnas mulai kembali meningkatkan intensitas serangan ke arah lawan. Beberapa kali Andik Vermansyah mendapat peluang emas untuk menerobos ke jantung pertahanan Maroko. Namun seperti yang terjadi pada menit ke-74, tendangan Andik dari sisi kanan membentur tiang gawang Timnas Maroko.
Serangan yang bertubi-tubi dari timnas Maroko akhirnya mampu membobol gawang Kurnia Meiga, pada menit ke 82 dan merubah kedudukan menjadi 2 - 1 untuk Maroko. Gol terjadi dari tendangan keras El Karti Walid di area kotak penalti, setelah menerima umpan panjang dari sisi kanan gawang Indonesia.
Sepanjang sisa pertandingan babak ke-2, Timnas Indonesia dan Maroko saling bergantian melakukan tekanan serangan balik. Namun hingga peluit panjang berbunyi tidak ada lago terjadi gol. Pertandingan usai dimenangkan oleh timnas Maroko dengan skor 2-1.
.
Timnas Indonesia Bertemu Maroko di Final ISG 2013
INDONESIA UPDATED. Timnas Indonesia U-23 akan menantang Maroko di pertandingan final cabang sepak bola Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (29/9/2013). Maroko lolos ke final setelah mengalahkan Arab Saudi 1-0. Gol kemenangan wakil dari Afrika ini tercipta pada perpanjangan waktu pertama.
"Perjalanan kami ke sini (Indonesia) cukup berat. Begitu juga perjuangan kami untuk lolos ke final. Tapi kami berusaha memberikan yang terbaik meski tim diperkuat oleh pemain muda," kata asisten pelatih Timnas Maroko, Lakhouil Mohamed usai pertandingan, Jumat (27/9/2013).
Sebelumnya, anak asuh Rahmad Darmawan maju ke partai puncak setelah menang adu penalti melawan Turki dengan skor akhir 7-6. Pada pertandingan normal kedua tim ini bermain imbang 0-0.
Lolosnya Maroko ke final berbeda dengan keinginan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan. Pelatih yang akrab dipanggil RD ini berharap timnas bisa berhadapan dengan Arab Saudi.
"Arab Saudi secara kualitas lebih kuat. Ini penting untuk persiapan SEA Games. Yang jelas kami pengen berganti-ganti lawan," kata Rahmad Darmawan usai membawa timnas lolos ke final.
Agar bisa bermain maksimal di final, Rahmad Darmawan akan memberikan pemulihan yang cukup pada Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Hal ini dilakukan demi mengembalikan stamina semua pemain.
"Untuk rotasi tetap kami lakukan, tapi tidak se-extrem sebelumnya. Kami berharap di final kita bisa menang," kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu.
Pada pertandingan penyisihan, Indonesia mampu mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0. Kemenangan atas tim asal Afrika inilah yang mengantarkan Indonesia ke semifinal.
Jika melihat hasil pertemuan sebelumnya bisa dipastikan pertandingan final antara tuan rumah Indonesia melawan Maroko akan berjalan ketat. Kedua tim dipastikan menurunkan pemain terbaik meski masing-masing tim telah mengetahui kelemahan dan keunggulan tim.
"Perjalanan kami ke sini (Indonesia) cukup berat. Begitu juga perjuangan kami untuk lolos ke final. Tapi kami berusaha memberikan yang terbaik meski tim diperkuat oleh pemain muda," kata asisten pelatih Timnas Maroko, Lakhouil Mohamed usai pertandingan, Jumat (27/9/2013).
Sebelumnya, anak asuh Rahmad Darmawan maju ke partai puncak setelah menang adu penalti melawan Turki dengan skor akhir 7-6. Pada pertandingan normal kedua tim ini bermain imbang 0-0.
Lolosnya Maroko ke final berbeda dengan keinginan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan. Pelatih yang akrab dipanggil RD ini berharap timnas bisa berhadapan dengan Arab Saudi.
"Arab Saudi secara kualitas lebih kuat. Ini penting untuk persiapan SEA Games. Yang jelas kami pengen berganti-ganti lawan," kata Rahmad Darmawan usai membawa timnas lolos ke final.
Agar bisa bermain maksimal di final, Rahmad Darmawan akan memberikan pemulihan yang cukup pada Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Hal ini dilakukan demi mengembalikan stamina semua pemain.
"Untuk rotasi tetap kami lakukan, tapi tidak se-extrem sebelumnya. Kami berharap di final kita bisa menang," kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu.
Pada pertandingan penyisihan, Indonesia mampu mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0. Kemenangan atas tim asal Afrika inilah yang mengantarkan Indonesia ke semifinal.
Jika melihat hasil pertemuan sebelumnya bisa dipastikan pertandingan final antara tuan rumah Indonesia melawan Maroko akan berjalan ketat. Kedua tim dipastikan menurunkan pemain terbaik meski masing-masing tim telah mengetahui kelemahan dan keunggulan tim.
Atheletics in Islamic Solidarity Games
....
(L-R) Elif Karabulut of Turkey, El Ouali Salima of Morocco and Amina Bettiche of Algeria compete during the women's 3000 meter Steeplechase final as part of the 3rd Islamic Solidarity Games at Jakabaring Sport complex on September 26, 2013 in Palembang, Sounth Sumatra, Indonesia.
(L-R) Elif Karabulut of Turkey, El Ouali Salima of Morocco and Amina Bettiche of Algeria compete during the women's 3000 meter Steeplechase final as part of the 3rd Islamic Solidarity Games at Jakabaring Sport complex on September 26, 2013 in Palembang, Sounth Sumatra, Indonesia.
Fandi Eko as Indonesia Victory on ISG 2013
In the season premiere of Islamic Solidarity Games 2013, Indonesia football national team U-23 able to defeated Morocco at Gelora Jakabaring Stadium in Palembang, Thursday (19/9) by a slightly score 1-0.
But before securing of the victory, actually Indonesia was always pressed by Morocco. On the first half, Rahmad Darmawan’s squad had problem to handled the aggresiveness of Morocco’s team.
Indonesia was only relying on the counter-attact to create opportunities. But their effort was failed because Morocco’s back line playing disciplined on the match.
On the second half, Morocco still continued its dominance. The attact especialy came from the incessant side that they made to struck-dumb the host stronghold. But fortunately, Indonesia performed well although despite under pressure. Kurnia Mega, the goalkeeper, able to performed brilliant in guarding his post.
Through rapid cunter-attact, Indonesia finally could break down Morocco’s post in 60 minutes. Prefixed of Diego Michels’s movement through the right side of Moroccos’s defense, the ball immediately passed to front of the goal. Fandi Eko Utomo who was free-standing directly beaten the ball. Morocco’s goalkeeper effort, Benachour Badred curbed the ball was ended in vain. The ball hit his face and thus leads to the left side of the goal.
In 70 minutes Indonesia had to played with ten players. It caused by Diego Michels was expelled referee after receiving a red card. With ten players, Indonesia increasingly vociferously dismantled by Morocco.
But fortunately, all Morocco’s opportunities led to failure. With this victory, “Garuda Muda” team succeed be on the top of group B. On the next match, Rahmad Darmawan’s squad scheduled for dealing with Palestinians on 24 September. (Adr)
.
But before securing of the victory, actually Indonesia was always pressed by Morocco. On the first half, Rahmad Darmawan’s squad had problem to handled the aggresiveness of Morocco’s team.
Indonesia was only relying on the counter-attact to create opportunities. But their effort was failed because Morocco’s back line playing disciplined on the match.
On the second half, Morocco still continued its dominance. The attact especialy came from the incessant side that they made to struck-dumb the host stronghold. But fortunately, Indonesia performed well although despite under pressure. Kurnia Mega, the goalkeeper, able to performed brilliant in guarding his post.
Through rapid cunter-attact, Indonesia finally could break down Morocco’s post in 60 minutes. Prefixed of Diego Michels’s movement through the right side of Moroccos’s defense, the ball immediately passed to front of the goal. Fandi Eko Utomo who was free-standing directly beaten the ball. Morocco’s goalkeeper effort, Benachour Badred curbed the ball was ended in vain. The ball hit his face and thus leads to the left side of the goal.
In 70 minutes Indonesia had to played with ten players. It caused by Diego Michels was expelled referee after receiving a red card. With ten players, Indonesia increasingly vociferously dismantled by Morocco.
But fortunately, all Morocco’s opportunities led to failure. With this victory, “Garuda Muda” team succeed be on the top of group B. On the next match, Rahmad Darmawan’s squad scheduled for dealing with Palestinians on 24 September. (Adr)
.
Maroko Meregistrasi Pemain Sepakbola di ISG
INDONESIA UPDATED. Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengatakan baru satu negara yang meregistrasi pemain mereka untuk cabang sepakbola di ajang Islamic Solidarity Games 2013 di Palembang. Adalah Maroko yang sudah mendaftarkan pemain mereka untuk ajang sepakbola negara-negara Islam dunia itu.
Seperti diketahui, saat ini hanya tersisa delapan negara yang mengikuti cabang sepakbola di ISG yaitu Indonesia, Irak, Arab Saudi, Palestina, Turki, Suriah, Maroko, dan Oman. Sebelumnya, ada empat tim yang mundur yakni Libya, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Imbasnya, harus diadakan pengundian ulang pembagian grup.
"Laporan terakhir yang saya terima dari technical delegates cabang sepakbola, baru Maroko yang registrasi pemain untuk sepakbola ISG," kata Joko.
Lebih lanjut, untuk proses undian ulang masih menunggu proses konfirmasi dari komite olimpiade masing-masing negara. Nantinya, delapan peserta yang tersisa akan dibagi menjadi dua grup.
Pembagian ini berbeda dari sebelumnya ketika masih 12 peserta yang terbagi dalam tiga grup. Indonesia sendiri pada ajang ini mengirimkan tim nasional (timnas) U-23 yang dilatih Rahmad Darmawan.
.
Seperti diketahui, saat ini hanya tersisa delapan negara yang mengikuti cabang sepakbola di ISG yaitu Indonesia, Irak, Arab Saudi, Palestina, Turki, Suriah, Maroko, dan Oman. Sebelumnya, ada empat tim yang mundur yakni Libya, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Imbasnya, harus diadakan pengundian ulang pembagian grup.
"Laporan terakhir yang saya terima dari technical delegates cabang sepakbola, baru Maroko yang registrasi pemain untuk sepakbola ISG," kata Joko.
Lebih lanjut, untuk proses undian ulang masih menunggu proses konfirmasi dari komite olimpiade masing-masing negara. Nantinya, delapan peserta yang tersisa akan dibagi menjadi dua grup.
Pembagian ini berbeda dari sebelumnya ketika masih 12 peserta yang terbagi dalam tiga grup. Indonesia sendiri pada ajang ini mengirimkan tim nasional (timnas) U-23 yang dilatih Rahmad Darmawan.
.











